Donor ASI bagi bayi prematur

Dalam kondisi ibu tidak dapat memberikan ASI atau jumlah ASI yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan, donor ASI yang disediakan oleh Bank ASI dapat dijadikan alternatif pilihan. ASI yang diperoleh dari donor berpotensi membawa virus HIV maupun cytomegalovirus, akan tetapi risiko penularan virus tersebut dapat dihindari dengan pasteurisasi (Bertino et al, 2013).

Bayi prematur adalah bayi yang terlahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Necrotizing enterocolitis (NEC) merupakan salah satu kegawatdaruratan gastrointestinal yang paling sering dialami bayi baru lahir, terutama bayi premature (Soetikno, 2013). Kasus NEC pada bayi premature lebih sering terjadi pada yang menerima susu formula dibandingkan bayi dengan ASI donor (Leaf and Winterson, 2009).

Komposisi zat gizi yang dibutuhkan bayi prematur berbeda dengan bayi lahir cukup bulan. Konsentrasi laktosa pada ASI untuk bayi prematur lebih rendah, karena adanya defisiensi enzim laktase. Asupan protein yang rendah menjadi faktor utama terjadinya gagal tumbuh pada bayi prematur (Suraatmaja, 2005). ASI pada ibu dengan bayi prematur mempunyai komposisi kalsium yang lebih tinggi selama 3 bulan pertama, natrium lebih tinggi pada 3 hari pertama dan menurun setelah 2 bulan, dan jumlah kalium yang sama dibandingkan ASI pada ibu dengan bayi normal (Leaf and Winterson, 2009).

Untuk menilai kecukupan pemberian ASI bayi prematur dilakukan uji. Uji pengukuran berat (weighing test) sering digunakan untuk memperkirakan asupan susu bayi yang mendapat ASI. Pada hari yang sama sampel susu dikumpulkan, bayi ditimbang sebelum dan sesudah mendapatkan ASI, tanpa menggunakan pakaian. Peningkatan berat sesudah bayi mendapatkan ASI (gram) dihitung sebagai jumlah asupan ASI (gram). Pengukuran berat tersebut dikonversi ke dalam ukuran volume, dengan mengalikan dengan faktor berat jenis, yaitu 1,031. Berat bayi diharapkan meningkat sekitar 20-40 g/hari, jika peningkatan di atas 40 g/hari perlu dipertimbangkan kemungkinan pemberian nutrisi yang berlebihan, atau disebabkan retensi cairan (IDAI, 2013).

Efek protektif ASI lebih menguntungkan dibandingkan dengan susu formula pada kasus NEC. ASI donor memiliki resiko yang lebih rendah untuk terjadinya NEC dibandingkan dengan susu formula, meskipun tingkat signifikansi dalam batas signifikan (McGuire and Anthony, 2003). Penelitian yang dilakukan Boyd (2005) menunjukkan bahwa donor ASI mengurangi NEC sekitar 79%, tetapi pertumbuhan pada bayi dengan donor ASI lebih lambat dibandingkan bayi dengan susu formula.Sedangkan menurut WHO, susu formula yang digabungkan dengan ASI donor berhubungan dengan rendahnya risiko NEC selama perawatan di Rumah Sakit, sehingga WHO merekomendasikan penggunaan ASI donor dimana fasilitas bank ASI yang aman dan terjangkau tersedia.

sumber:

Bertino et al. (2013). Benefits of Donor Milk in the Feeding of Preterm Infant. Early Human Development.www.elsevier.com.

Boyd, Catherine A et al. (2006). Donor Breast Milk Versus Infant Formula for Preterm Infants: Systematic Review and Meta-Analysis. British Medical Jornal.www.bmj.com.

Leaf, Alison and Winterson, Rebecca. (2009). Breast-Milk Banking: Evidence of Benefit. Journal of Pediatric and Child Health. www.elsevier.com.

McGuire, W and Anthony, M Y. (2003). Donor Human Milk Versus Formula for Preventing Necrotizing Enterocolitis in Preterm Infants: Systematic Review. British Medical Jornal.www.bmj.com.

Soetikno, RD. (2013). Necrotizing Enterocolitishttp://pustaka.unpad.ac.id/archives/127165/.

Suraatmaja, Sudaryat. (2005). Gastroenterologi Anak. Jakarta: Sagung Seto.

IDAI. (2013). Pemberian ASI pada Bayi Kurang Bulan. http://idai.or.id/public-articles/klinik/asi/pemberian-asi-pada-bayi-lahir-kurang-bulan.html.

IDAI. (2013). Pemberian ASI pada Bayi Prematur. http://idai.or.id/public-articles/klinik/asi/pemberian-asi-pada-bayi-prematur.html.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s